Apa yang Harus Dipersiapkan agar Bisa Kuliah di Inggris

Apa yang Harus Dipersiapkan agar Bisa Kuliah di Inggris?

Apa yang Harus Dipersiapkan agar Bisa Kuliah di Inggris?

ventross.com – Setiap negara dan universitas punya permintaan berbeda. Begitu juga dengan Inggris dan perguruan tingginya.

Agar sukses menembus universitas yang diinginkan dan tidak sengsara di Inggris, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum melamar. Apa saja?

Biaya

Biaya tentu faktor penting. Kesan pendidikan di Inggris adalah mahal. Namun sebenarnya, itu tergantung pada pilihan jurusan, kota tempat studi, serta lama studi.

Berkunjung ke sejumlah kota di Inggris pada November 2016 lalu dan menemui pelajar Indonesia, Kompas.com mendapat gambaran tentang biaya kuliah dan hidup di Inggris.

Biaya kuliah untuk mahasiswa Indonesia lebih mahal dari warga lokal ataupun Uni Eropa. Baik untuk program S-1 ataupun S-2, biayanya berkisar antara 16.000 – 40.000 Pound Sterling.

Program studi sangat mempengaruhi biaya yang dibayar. Program kedokteran misalnya, biayanya bisa mencapai 32.000 – 40.000 Pound Sterling.

Sementara itu, biaya hidup bervariasi tergantung kota. Di London, paling tidak harus menyediakan uang 1.250 Pound Sterling per bulan, mencakup biaya tempat tinggal, makan, dan transportasi.

Sementara menurut penuturan Janu Muhammad, mahasiswa Indonesia di University of Birmingham, di kotanya biayanya bisa lebih murah.

“Birmingham itu seperti Jogja. Murah. Untuk tempat tinggal 500 Pound Sterling sudah bagus,” katanya. Total biaya hidup sebulan bisa antara 900 – 1000 Pound Sterling

Bahasa

Untuk hal ini, setiap universitas dan jurusan pun punya permintaan berbeda. Perbedaan bukan dibuat-buat, tetapi terkait dengan proses studi.

Gilbert Sanjaya, mahasiswa Indonesia di University of Oxford menuturkan, kualifikasi bahasa di universitasnya tergolong tinggi. “Biasanya IELTS minimal 7, bahkan ada yang minta 8,” katanya.

Syarat itu masuk akal. Sebab, pola pendidikan di Oxford menekankan pada diskusi. Tanpa kemampuan bahasa yang baik, mahasiswa akan kesulitan.

Sementara, universitas lain yang punya ranking lebih rendah biasanya juga punya kualifikasi lebih rendah. Di University College London misalnya, sejumlah jurusan mensyaratkan IELTS 6,5.

Jurusan-jurusan teknik dan sains biasanya punya kualifikasi bahasa yang lebih rendah. Sementara, untuk jurusan bahasa dan filsafat, kualifikasi bahasanya paling tinggi.

Belajar jurnalisme di Goldsmith, University of London, misalnya, calon mahasiswa harus punya IELTS 8 dan tak boleh ada satu kategori pun yang di bawah 7,5.

Soal bahasa ini, siapa pun harus punya persiapan yang baik. Kemampuan bahasa selalu ditanyakan setiap kali melamar di sebuah universitas.

Kualifikasi Akademik

Untuk masuk jenjang S-1, kebanyakan universitas di Inggris akan meminta sertifikat A Level. Tapi, bukan berarti Anda yang tak memilikinya tak bisa melamar.

Jacqueline Jenkins, Head of Higher Education Engagement, British Council London, mengatakan, “bagi yang tidak punya A-Level, bisa masuk tetapi harus mengambil foundation.”

Masa kuliah S-1 di England, salah satu negara bagian Inggris, adalah 3 tahun. dengan mengambil foundation, Anda akan menambah waktu 1 tahun.

Sementara di Skotlandia, masa kuliah S-1 sama seperti di Indonesia, 4 tahun. Anda bisa mengambil foundation dalam waktu tersebut. Jadi, tidak menambah masa studi.

Prestasi akademik penting, terutama jika mengejar universitas dengan ranking bagus. Anda yang berminat kuliah S-1 dan S-2, faktor ini harus diperhatikan.

Jika bermimpi masuk Oxford atau Cambridge, maka prestasi akademik akan jadi faktor utama. Mau S-2 di Oxford misalnya, Anda paling tidak punya IPK 3,5 saat S-1.

Tapi, itu juga tidak saklek. Jika memiliki pengalaman kerja serta pengaruh bagi masyarakat yang luas, faktor tersebut bisa menambah pertimbangan universitas.

Sementara, jika ingin menempuh S-3, syaratnya lain lagi. Sandoko Kosen, kandidat PhD fisika di Oxford, mengatakan bahwa pengalaman riset, publikasi, dan kecocokan dengan misi universitas menentukan.

“Saya waktu itu mengirim email pengalaman riset dan publikasi kepada profesornya langsung. Kebetulan dia percaya dengan kemampuan saya dan saya dianggap bisa membantu risetnya, akhirnya diterima,” ungkapnya.

Visa Pelajar

Ini adalah syarat penting untuk memasuki Inggris dan menjadi pelajar. Namun demikian, ada baiknya pengurusan dilakukan setelah positif diterima di sebuah universitas.

Mental

Terakhir tapi penting adalah faktor mental. Ini soal kemauan untuk beradaptasi dengan kondisi dan budaya setempat.

Rachel Surijata, mahasiswa Indonesian di Goldsmith, University of London, mengatakan, di Inggris harus bisa hemat. “Enggak bisa sedikit-sedikit nongkrong seperti di Indonesia,” ungkapnya.

Rachel beradaptasi dengan memasak makanannya sendiri. Kadang, seperti saat ditemui http://www.pelajaransekolahonline.com/  lauknya hanya abon. Hal yang sama dilakukan oleh banyak mahasiswa Indonesia lainnya.

Hal lain adalah tuntutan studi. Belajar di Inggris tak seperti di Indonesia, begitu ungkap Alexander Tigor, mahasiswa di Queen Mary University.

“Banyak paper yang harus dikerjakan. Selain itu kita juga banyak acara diskusi dan belajar bersama di luar kelas,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Gilbert. “Di Oxford tugasnya menumpuk. Kadang libur pun harus ke perpustakaan untuk belajar,” katanya.

Jadi, jangan hanya membayangkan enaknya belajar di Inggris. bayangkan juga perjuangannya. Tapi setelah lulus, Anda mungkin bisa menikmati karir baik karena lulus dari universitas di negara yang diakui kualitas pendidikannya.

Demikian artikel tentang” Apa yang Harus Dipersiapkan agar Bisa Kuliah di Inggris?, semoga bermanfaat

Baca Juga Artikel Terkait:


marshanda

Marshanda Redam Stress dengan Menghantam

ventross.com – Jakarta Mens sana in corpore sano sudah menjadi slogan umum bagi mereka yang gemar melakukan olahraga. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat, arti istilah latin tersebut sepertinya juga menjadi pegangan bagi aktris Andriani Marshanda.

Setidaknya, sejak beberapa tahun lalu, Caca, begitu Marshanda akrab disapa sudah mencoba menekuni berbagai macam olahraga. Lebih dari sekedar kebugaran fisik, Marshanda menyebut olahraga juga sebagai penyegaran secara psikis di tengah tekanan sebagai seorang entertainer seperti dirinya.

marshanda

Ya, sejak 2010, wanita kelahiran 10 Agustus 1989 itu mengatakan jika ia sebisa mungkin menyisipkan jadwal olahraga setiap pekan di sela kesibukannya. Setidaknya, secara rutin Caca pernah menjalani ‘paket lengkap’ olahraga dengan segala manfaatnya masing-masing setidaknya satu kali dalam kurun waktu satu minggu.

Untuk ketenangan jiwa, ibu satu anak itu memilih Yoga sebagai olahraga yang ia tekuni sejak 2010 lalu. Sementara untuk kebugaran, ia memilih olahraga keras seperti Thai Boxing yang ia lakukan sejak 2011. Di samping itu, Caca juga mengatakan pernah menekuni belly dancing sebagai salah satu cara untuk melatih kelenturan badannya, disamping efektif menjaga bobot tubuhnya tetap ideal.

Namun, lebih dari sekedar kebugaran fisik yang ia cari, Caca menilai olahraga yang ia jalani juga berhasil melatih mental yang berdampak positif pada pola fikir yang bermanfaat untuk aktivitasnya sehari-hari sebagai pelaku industri hiburan tanah air.

“Olahraga itu adalah kegiatan yang sebenarnya cukup penting yak buat fisik dan mental kita. Karena dia (olahraga) membuat kita lebih sehat, lebih semangat, lebih fresh dan bisa menghilangkan mood-mood jelek kalo kita rajin olahraga. Jadinya siklus yang ada di tubuh kita itu benar-benar bekerja,” ucap Marshanda saat berbincang eksklusif dengan Bintang.com belum lama ini.

Lebih dalam mengenai olahraga dan manfaat yang dirasakan Marshanda setelah mencoba banyak olahraga, berikut ini Bintang.com mengulasnya lebih mendalam lewat sebuah wawancara eksklusif, spesial dalam rangkaian menjelang ulang tahun Bintang.com yang ke-2.

Setiap orang memiliki ketertarikan yang berbeda pada setiap bidang. Dan, berbicara masalah olahraga, Andriani Marshanda, seorang aktris yang sudah sejak kecil memulai karirnya di industri sinetron tanah air memilih Muay Thai sebagai olahraga yang cocok untuk dijalani, apapun alasannya.

Ya, terhitung sejak 2011 wanita 27 tahun itu mengaku sudah menekuni olahraga tinju yang berasal dari negeri Gajah Putih, Thailand. Thai Boxing, begitu sebutan populer untuk olahraga tersebut dianggap Marshanda sebagai sarana untuk memperlancar siklus di dalam tubuhnya sehingga mampu untuk memunculkan efek positif untuk kehidupannya sehari-hari.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang Marshanda dan ketertarikannya dengan olahraga keras seperti Thai Boxing, berikut Bintang.com mencoba mengulik lebih dalam lewat sebuah wawancara eksklusif:

Kamu termasuk orang yang gemar berolahraga, kalo boleh tahu, apa arti olahraga buat seorang Andriani Marshanda?
Olahraga itu adalah kegiatan yang sebenarnya cukup penting yak buat fisik dan mental kita. karena membuat kita lebih sehat, lebih semangat, lebih fresh dan bisa menghilangkan mood-mood jelek kalo kita rajin olahraga. Jadinya siklus yang ada di tubuh kita itu benar-benar bekerja.

Kalo boleh tahu, sampai saat ini olahraga apa saja yang pernah kamu lakukan?
Yoga, Thai boxing, terus Belly Dance juga pernah.

Untuk sebagian selebritas, ada stigma yang bilang jika mereka olahraga hanya buat ikut-ikutan tren, kalo Marshanda bagaimana dengan stigma yang demikian?
Aku nggak sih kalo yoga aku sudah mulai dari 2010, dari sebelum yoga populer di Jakarta. Muai Thai dari 2011. Jadi aku sih memang ngejalanin untuk kesehatan badan aja.

Menarik bicara soal Thai Boxing, bagaimana awalnya kamu tertarik ikut Muay Thai?
Awalnya aku juga lupa yak aku tahu Muay Thai itu dari mana, cuma memang banyak teman-teman yang melakukan itu. Jadi aku mulai cari siapa instruktur yang bisa datang ke rumah, dan aku ketemu satu orang dari Bandung dan dia biasa ngelatih aku akhirnya, dia yang datang ke rumah seminggu sekali atau dua kali.

Kenapa akhirnya memilih Muay Thai, kan kesannya itu olahraga laki-laki banget?
Iyaa sih, jadi aku memang ada beberapa olahraga sih kayak yoga, belly dance, jadi memang ngambil olahraga yang beragam. Yoga lebih ke yang relaxing badan dan fikiran aku, kalo Muai Thai itu lebih ke kardionya, jadi seimbang.

Muay Thai itu kan termasuk olahraga keras dan kontak fisik, apa kamu pernah mengalami cedera?
Nggak Alhamdulillah. Karena kan aku berlatih dalam ruangan aman, terus juga dijagain instruktur jadi nggak pernah cedera.

Ikut Muai Thai sejak 2011 artinya sudah bukan pemula lagi, pernah coba-coba tanding dengan orang lain? Sama teman satu tempat latihan mungkin?
Partner nggak ada sih, biasanya aku sendiri aja.

Muay Thai sebagai salah satu bentuk self-defense juga sebagai seorang wanita?
Nggak sih karena aku nggak belajar ini (Thai Boxing) untuk bela diri, lebih ke olahraga aja. Jadi bukan untuk bela diri tapi lebih untuk olahraga aja.

Manfaat apa sih yang kamu rasain setelah sekian lama aktif di Muay Thai?
Manfaatnya yang pasti stamina jadi lebih meningkat terus jadi lebih nggak gampang cape sih.

Selain secara fisik, apa ada manfaat lain yang kamu rasain, secara psikis mungkin?
Kalo yang namanya olahraga pasti menurunkan level stres yak, karena kan kita hormonnya jadi teratur terus keringet keluar jadi sehat, paling pengaruhnya itu. Biografi Bill Gates

Kalo boleh tau, adakah olahraga yang bikin kamu tertarik tapi belum kamu dilakuin sampai sekarang?

Nggak sih, kalo yang bikin aku tertarik kayak zumba aku pernah nyoba semua.

Tertarik untuk coba hiking mungkin?
Pernah nyoba, tapi itu bukan sesuatu yang rutin. Jadi sekali-sekali aja.

Sadar akan pentingnya olahraga baik secara fisik maupun psikis, Marshanda pun sebisa mungkin selalu menyediakan waktu khusus disela kesibukannya untuk berolahraga. Caca menilai, setidaknya ia harus memiliki waktu kosong satu kali dalam seminggu yang bisa diluangkan untuk menjalani olahraga yang ia sukai. Lantas, bagaimana cara Marshanda mengatur waktu untuk olahraga ditengah kesibukannya sebagai seorang aktris? Berikut cuplikan wawancaranya:

Sebagai seorang aktris yang punya kesibukan padat, bagaimana kamu mengatur waktu untuk tetap bisa rutin berolahraga?
Udah terjadwal sih aku, jadi memang harus make time kalo misalnya kita mau lebih fit.

Jadi memang sengaja menyiapkan waktu khusus untuk olahraga?
Iyaa iyaa, aku olahraga itu antara seminggu sekali sampai seminggu tiga kali.

Suka olahraga artinya fisik kamu bisa dibilang bugar lah yak, ada pengaruh nggak ke kerjaan kamu sebagai entertainer?
Iyaa karena kita di dunia entertainment maksudnya butuh tenaga ekstra juga. Biasanya pekerjaan kita dengan kesibukan yang berlebihan juga menuntut stamina yang kuat, jadi penting sih menurut aku.

Bicara soal kesibukan, kalo boleh tahu, apa sih kesibukan kamu saat ini? Kemarin kan terakhir sempat ngeluarin single yang judulnya Sienna buat anak, next project ada apa lagi dari seorang Marshanda?
Iyaa yang paling deket adalah publishing single lagu Sienna, terus ada juga sinetron baru tapi masih surprise, belum bisa diceritain tapi memang lagi ada sinetron.

Oh udah mau mulai main sinetron striping lagi, nah olahraganya gimana, apa Muai Thai-nya ditinggalin dulu?
Iya kalo misalnya udah syuting striping memang susah yak buat olahraganya, jadi kemarin-kemarin aku kan lagi banyak nggak syuting tuh, jadi banyak waktu kosongnya, itu aku bisa tuh olahraga. Kalo syutingnya sore aku biasanya olahraganya pagi atau siang. Kalo syutingnya cuma dari pagi doang aku biasanya bisa olahraga sore atau malam.

Mengkaitkan olahraga dan aktifitas kamu sebagai selebritis, ada keinginan nggak main film atau sinetron yang mengeksplorasi kemampuan olahraga kamu?
Tergantung yak, tergantung ceritanya kalo ceritanya oke karakternya menantang mungkin aku akan ambil.

Tapi sampai saat ini apa sudah ada tawaran yang demikian?
Belum sih haha.

Andriani Marshanda di atas membuktikan jika olahraga memang patut menjadi salah satu prioritas utama dalam kehidupan. Sadar akan manfaat yang dihasilkan, Caca tetap berkomitmen untuk berusaha memberikan sedikit waktunya untuk sekedar berkeringat sehat, lantas, bagaimana dengan anda? Masih belum tertarik buat berolahraga?

Baca Juga :


Budaya Membaca di Indonesia Jauh Tertinggal

Budaya Membaca di Indonesia Jauh Tertinggal

ventross.com – Dibandingkan dengan negara lain di dunia, budaya membaca di Indonesia jelas masih tertinggal. Bahkan dari nama Indonesia tidak masuk dalam 10 besar negara yang selama ini lebih maju dalam soal melek huruf.

Dari sejumlah penelitian beberapa lembaga menempatkan tingkat literasi Indonesia sangat tertinggal jauh dengan banyak negara, bahkan di tingkat Asia Tenggara. Berikut sejumlah hasil penelitian tentang literasi tersebut:

Budaya Membaca di Indonesia Jauh Tertinggal

Berdasarkan penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) 2012, Indonesia ada di peringkat 60 dengan skor 396 dari total 65 peserta negara untuk kategori membaca. Sementara skor rata-rata internasional yang ditetapkan PISA adalah 500

Capaian ini turun dibandingkan peringkat Indonesia pada 2009 yakni di urutan 57 dengan skor 402 dari total 65 negara. Sedangkan pada 2006, Indonesia menduduki peringkat 48 dengan skor 393 dari 56 negara

Di negara Asia Tenggara, kemampuan terbaik literasi membaca dipegang Singapura yakni di peringkat ke-3 dengan skor 542. Adapun Malaysia ada di atas Indonesia dengan peringkat 59 dengan skor 398.

Rendahnya membaca ini tak lepas dari masih tingginya angka buta huruf di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Data dan Statistik Kemendikbud 2015, angka buta huruf Indonesia mencapai 5.984.075 orang.

Angka buta huruf ini tersebar di 6 provinsi meliputi, Jawa Barat (604.683 Orang), Jawa Tengah (943.683 Orang), Jawa Timur (1.258.184 Orang), Nusa Tenggara Barat (315.258 Orang), Sulawesi Selatan (375.221 Orang), dan Papua (584.441 Orang).

Lalu negara mana saja yang tingkat melek hurufnya tertinggi di dunia? Berikut ini 10 besar negara tersebut:

1.Finlandia
Finlandia adalah negara Eropa yang indah serta salah satu negara paling melek huruf di dunia. Negara Skandinavia ini merupakan negara unggul dalam sistem pendidikan selama bertahun-tahun. Sembilan tahun pendidikan adalah wajib bagi anak-anak usia 7-16 tahun, dengan tidak ada biaya kuliah dan makanan karena sepenuhnya disubsidi. Tingkat melek huruf di Finlandia adalah 100%.

2.Norwegia
Norwegia adalah salah satu negara dengan tingkat pendidik berkualitas di dunia. Norwegia berinvestasi dengan tingkat pajak tinggi untuk sistem pendidikannya. Negara ini memiliki sekitar 841 perpustakaan. Sistem sekolah dibagi menjadi tiga tingkatan yakni primer, sekunder dan menengah atas. Pendidikan anak usia 6-16 tahun adalah wajib.

3.Islandia
Republik Islandia adalah negara pulau yang indah di Samudra Atlantik Utara dengan angka melek huruf 99,9%. Sistem pendidikan Islandia dibagi menjadi empat tingkat sebagai playschool, wajib, atas menengah dan tinggi. Pendidikan dari usia 6-16 tahun adalah wajib. Sebagian besar sekolah didanai pemerintah. Angka partisipasi pendidikan di Islandia adalah 82,23%.

4.Denmark
Pemerintah Denmark memiliki salah satu sistem ekonomi paling kuat di dunia. Dengan tingkat melek huruf sebesar 99%, Denmark menjadi salah satu negara terdidik di dunia. Pemerintah Denmark menghabiskan sejumlah besar dari PDB mereka untuk pendidikan.

5.Swedia
Bangsa Skandinavia adalah salah satu kawasan paling terdidik di dunia tak terkecuali Swedia. Pendidikan gratis diterapkan wajib secara teratur untuk anak-anak pada usia 7 sampai 16 tahun. Indeks pendidikan Swedia adalah 99%. Ada 53 perguruan tinggi negeri dan 290 perpustakaan umum di negeri asal pesepakbola Zlatan Ibrahimovic ini Cara Membuat Proposal Usaha

6.Kanada
Meski bukan negara terbesar, Kanada merupakan salah satu negara terkaya di dunia. Tingkat melek huruf warga Kanada adalah sekitar 99%. Sistem pendidikan negara ini memiliki tiga tingkat yang digambarkan mirip dengan sistem sekolah di Belanda. Sebanyak 310.000 guru mengajar di tingkat dasar serta menengah dan sekitar 40.000 dosen di perguruan tinggi. Selain itu ada 98 sekolah dan 637 perpustakaan di negeri ini.

7.Prancis
Prancis adalah salah satu negara paling indah di Eropa. Dengan indeks pendidikan 99%, menunjukkan bahwa Prancis adalah salah satu negara berpendidikan tinggi di dunia. Sistem pendidikan negeri Menara Eiffel ini dibagi menjadi tiga tahap yakni utama, menengah dan sekunder.

8.Austria
Austria adalah salah satu negara dengan ekonomi terkuat. Sekitar 98% warga Austria dapat membaca dan menulis. Itulah sebabnya Austria adalah peringkat salah satu negara paling maju di dunia. Sembilan tahun pendidikan gratis dan wajib disediakan untuk anak-anak. Austria memiliki 23 universitas negeri terkenal dan 11 perguruan tinggi swasta berkualitas.

9.Selandia Baru
Selandia Baru terletak di barat daya Samudra Pasifik. Negara ini tidak hanya salah satu negara terkaya di dunia, tetapi juga salah satu negara paling melek huruf di dunia. Sistem pendidikan di Negeri Kiwi ini diklasifikasikan dalam tiga tingkat yakni studi dasar, studi sekunder dan studi lebih tinggi. Tingkat melek huruf di Selandia Baru adalah 93%.

10.Belanda
Belanda adalah salah satu negara terdidik di dunia dengan angka melek huruf 72%. Beberapa universitas paling terkenal di dunia ditemukan di Belanda. Dari usia lima tahun, pendidikan adalah wajib bagi anak-anak. Di Negeri Kincir Angin ini ada hampir 579 perpustakaan umum dan sekitar 1.700 perguruan tinggi.

Baca Juga :