anatomi-pada-manusia

Anatomi Pada Manusia

ventross.com – Dalam cabang ilmu biologi pelajaran tentang tentang susunan dalam struktur tubuh makhluk hidup ialah ilmu anatomi. Hasil dari sebuah penelitian tentang anatomi tubuh manusia itu berkenaan dengan fungsi dan sistem tubuh manusia. Anatomi tubuh manusia tersusun kedalam beberapa bagian sistem tubuh:

Anatomi Tubuh Manusia

Sistem Kerangka

Tubuh manusia terdiri dari susunan – susunan kerangka atau berbagai macam tulang yang saling berkaitan satu sama lain. Didalam kepala terdiri dari 8 buah tulang, kerangka dada 25 buah tulang, wajah 14 tulang, tulang belakang dan pinggul 26 buah, tulang telinga 6 buah, lengan 64, lidah 1 dan tulang kaki 62 buah. Fungsi kerangka yaitu:

anatomi-pada-manusia

– Dapat menahan bagian-bagian tubuh agar tidak roboh
– Dapat melindungi seluruh alat tubuh yang halus seperti melindungi jantung, paru-paru serta otak
– Kerangka adalah tempat melekatnya otot-otot di dalam tubuh
– Dapat memberikan bentuk pada sebuah bangunan tubuh
– Untuk menggerakkan tubuh melelui otot
– Tempat pembuatan sel darah khususnya sel darah merah

Sistem Otot

Sistem otot berfungsi sebagai penggerak tubuh. Otot merupakan apa yang memungkinkan manusia untuk dapat melakukan segala aktivitas dari mulai berjalan hingga mengangkat benda berat. Sistem otot pada manusia terdiri dari 600 (enam ratus) otot.

Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah atau sirkulasi darah dan kardiovaskular yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sistem peredaran darah pada manusia adalah jantung, yang berbentuk runjung dan letaknya terbalik. Bagian dalam jantung terdiri dari 4 ruang yakni serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan. Antara serambi kiri dan bilik kiri saling berhubungan, begitu pun serambi kanan dan bilik kanan saling berhubungan satu sama lain.

Sistem Pencernaan

Ialah sistem organ manusia yang berfungsi sebagai penerima makanan, mencerna makanan, proses pencernaan makanan, menyerap zat-zat gizi yang dibawa kedalam aliran darah, lalu membuang bagian atau sisa makanan yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. Sistem pencernaan di mulai dari mulut sampai ke anus yaitu di mulai dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum dan berakhir di anus.

Sistem Pernapasan

Organ yang digunakan untuk bernafas adalah paru-paru. Pada sistem pernafasan, oksigen merupakan kebutuhan yang sangat penting dan utama, karena manusia menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air agar dapat tetap hidup.

Sistem Endokrin

Sistem endokrin ialah sistem yang mengontrol kelenjar tanpa adanya saluran yang menghasilkan hormon atau komunikasi didalam tubuh dengan hormon. Hormon sendiri merupakan bahan kimia pembawa pesan yang disintesis dan disekresikan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin ini terdiri dari kelenjar tiroid, kelenjar himofise, hipotalamus, paratiroid, pineal, adrenalĀ Mario Teguh

Sistem Imun

Sistem kekebalan tubuh atau Sistem imun berada diseluruh tubuh terutama pada bagian limpa. Sistem imun ini merupakan sistem pertahanan pada tubuh manusia terhadap infeksi atau serangan-serangan dari molekul asing seperti bakteri, virus, serta parasit penyebab penyakit.

Sistem Indera

Sistem indera pada manusia memiliki fungsi sebagai penerima rangsangan dari lingkungan sekitarnya. Manusia memiliki lima indera yang biasa disebut dengan panca indera yakni indera pengelihatan atau mata, indera pendengaran atau telinga, indera penciuman atau hidung, indera peraba atau kulut dan indera pengecap atau lidah. Setiap bagian-bagian dari indera memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Sistem Limfatik

Sistem Limfatik yaitu sistem sirkulasi yang berfungsi untuk mengalirkan limfa didalam tubuh manusia. Sistem limfatik sendiri terdiri dari pembuluh limfa dan organ limfoid. Fungsi limfatik antara lain:
– mengangkut limfosit
– mengembalikan cairan dan protein ke peredaran darah
– menghancurkan dan menyaring mikroorganisme, jika terjadi infeksi maka kelenjar limfa ini dapat menghasilkan zat antibodi.

Sistem Ekskresi

Organ-organ pada sistem ekskresi didalam tubuh manusia terdiri dari ginjal, hati, kulit dan paru-paru. Ginjal berperan dalam mengeluarkan urine, hati berperan mengeluarkan zat warna empedu atau urea, kulit berperan mengeluarkan keringat, dan paru-paru berperan dalam mengeluarkan uap air dan karbondioksida.

Sistem Saraf

Sistem saraf pada manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Dan dalam sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf otonom dan somatis. Sistem saraf bertugas untuk menyampaikan rangsangan yang di terima dari reseptor untuk direspon oleh tubuh manusia. Dalam menanggapi rangsangan, ada beberapa komponen penting yang harus dimiliki sistem saraf yakni: reseptor, penghantar impuls dan efektor.

Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi yaitu suatu rangkaian dan interaksi organ dalam yang berfungsi untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat pada ovarium yang fungsinya untuk menghasilkan ovum dan hormon. Alat reproduksi pada perempuan terdiri dari rahim, indung telur, liang senggama. Indung telur ialah kelenjar kelamin yang menghasilkan sel-sel telur. Sedangkan alat reproduksi pada laki-laki ialah testis yang berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon testosteron.

Baca Lainnya:


anatomi-dan-komponen-sistem-imunitas

Anatomi dan Komponen Sistem Imunitas

Anatomi dan Komponen Sistem Imunitas

1. Anatomi

ventross.com – Sistem imunitas akan menyusun pertahanan untuk tubuh pada saat organisme penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh. Salah satu dari bagian sistem imunitas akan menggunakan pertahanan untuk melindungi tubuh dari substansi asing. Pertahanan tubuh tersebut diantarnya ialaj kulit dan membran mukus yang melapisi semua rongga tubuh, serta senyawa kimia pelindung, yaitu enzim dalam saliva dan air mata yang bisa menghancurkan bakteri.

anatomi-dan-komponen-sistem-imunitas

Bagian lain dalam sistem imunitas adalah dengan menggunakan getah bening. Getah bening merupakan cairan yang berwarna pucat yang berisi lemak serta mengandung limfosit. Lomfosit adalah sel-sel darah putih khusus yang merespon jenis substansi asing tertentu. Adapun getah bening dalam tubuh berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem limfatik. Sistem limfatik ini berfungsi untuk mengabsorpsi cairan berlebih dan mengembalikannya ke aliran darah dam mengabsorpsi lemak di vili-vili usus halus.

Sistem limfatik terdapat 6 ( enam ) ruangan interstisial ke sistem sirkulasi, antara lain, yaitu sebagai berikut:

a. Pembuluh Getah Bening

Pembuluh getah bening sangat berhubungan erat dengan sistem peredaran pembuluh. Pembuluh getah bening yang besar mirip dengan vena. Dan sementara, kapiler-kapiler getah bening bercabang-cabang ke seluruh bagian tubuh, kecuali otak. Adapun kontraksi otot-otot rangka menyebabkan pergerakan cairan getah bening melalui katup-katup.

b. Nodus Getah Bening

Daerah tempat limfosit dan makrofage terkonsentrasi di sepanjang vena limfatik yang disebut dengan nodus getah bening. Nodus getah bening ini adalah massa jaringan yang menarik limfosit dan menyebarkannya ke daerah-daerah tubuh yang mengalami infeksiĀ profillengkap.com

c. Sumsum Tulang

Sumsum tulang adalah substansi halus yang ditemukan pada bagian tengah beberapa tulang. Sumsum tulang terdiri dari jaringan yang memproduksi limfosit. Limfosit dewasa juga terdapat pada sumsum tulang, yang berkembang menjadi limfosit B atau sel B. Dan Limfosit B inilah yang menghasilkan protein-protein yang disebut dengan antibodi yan diedarkan melalui darah dan menyerang organisme penyebab-penyebab penyakit.

d. Limpa

Limpa merupakan salah satu organ dalam sistem limfatik. Limpa ini mirip dengan nodus getah bening, tapi lebih besar dan berisi darah. Limpa sendiri berfungsi sebagai reservoir darah yang menyaring darah dan cairan getah bening yang mengalir melaluinya. Apabila limpa seseorang rusak atau diambil, orang tersebut akan lebih mudah terkena infeksi.

e. Kelenjar Timus

Beberapa imfosit dibentuk di sumsum tulang serta pindah tempat menuju kalenjar timus. Kelenjar timus ini menyekresikan hormon tomosin yang membuat sel pre-T berubah dewasa menjadi sel T atau limfosit T. Limfosit T bisa menyerang organisme-organisme penginvasi secara langsung.

f. Tonsil

Tonsil adalah massa jaringan limfoid yang membentuk cincin yang mengelilingi dinding faring atau tenggorokan. Sel-sel limfoid di tonsil bisa melindungi faring terhadap invasi oleh bakteri penyebab penyakit.

2. Komponen Sistem Imunitas

Kemampuan sistem imunitas untuk dapat menghasilkan respon terhadap penyakit bergantung pada interaksi antara komponen sistem imunitas dengan antigen yang terdapat pada pengivasi patagen. Dan berikut ini merupakan komponen-komponen yang terdapat dalam sistem imunitas.

a. Makrofag

Makrofag merupakan sel darah putih yang berukuran besar dan terus menerus mencari molekul-molekul antigen dari organisme asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti bakteri, virus dan jamur.

Ketika ada organisme asing masuk, makrofag ini akan segera mengelilinginya, mencerna, serta menghancurkannya melalui proses yang disebut dengan fagositos. Selain itu, makrofag ini berperan dalam pertahanan adaptif dengan cara menarik antigen penginvasi lalu mengirim penginvasi tersebut untuk bisa dihancurkan oleh komponen lain dalam sistem pertahanan adaptif.

b. Limfosit

Limfosit merupakan sel darah putih yang berfungsi untuk megenali serta menghancurkan antigen-antigen penginvasi. Semua limfosit ini dimulai sebagai sel tunas (stem cell) di sumsum tulang, namun tumbuh dewasa di 2 (dua) tempat yang berbeda, yaitu di sumsum tulang dan kelenjar timus. Limfosit dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

1) Limfosit B merupakan limfosit yang tumbuh dewasa di sumsum tulang. Limfosit B bisa membelah dan membentuk sel plasma dan sel memori B. Sementara itu, sel-sel memori B merupakan bagian dari sistem memori imunitas.

2) Limfosit T merupakan limfosit yang tumbuh dewasa di timus. Di dalam kelenjar timus, limfosit T “belajar” membedakan antara benda asing dengan bukan benda asing. Selanjutnya, limfosit T dewasa akan meninggalkan timus dan masuk ke dalam pembuluh getah bening.

3) Sel-sel pemusnah alami merupakan limfosit yang mempunyai ukuran lebih besar daripada limfosit T dan B. Sel ini disebut dengan “sel pemusnah” karena sel-sel tersebut bisa membunuh mikroba dan sel-sel kanker tertentu.

c. Reseptor Antigen

Reseptor antigen merupakan suatu struktur khusus yang terdapat pada permukaan limfosit yang bisa mengikat struktur tertentu yang terdapat di antigen, mirip seperti kunci dan anak kunci. Oleh karena itu, pada saat antigen memasuki tubuh, hanya limfosit yang sesuai dengan antigen tersebut yang akan aktif.

d. Sel-Sel Pengenal Antigen

Saat suatu antigen masuk ke daam sel tubuh, molekul pengangkut tertentu di dalam sel akan melekatkan diri ke antigen. Dan selanjutnya, molekul tersebut mengangkut antigen menuju permukaan sel, tempat limfosit T bisa mengenali mereka sebagai antigen. Adapun molekul-molekul pengangkut tersebut dibuat oleh gen-gen disebut dengan kompleks histokomtipabilitas utama atau major histocompatibity complex (MHC), sehingga dikenal juga sebagai molekul MHC.

e. Antibodi

Antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh sel-sel limfosit B. Antibodi ini mengikat suatu antigen. Kecocokan ikatan tersebut mirip seperti kunci dan anak kuncinya yang membentuk komplek antibodi antigen.

Pada umumnya, antibodi iaalah protein yang berbentuk “Y” yang disebut dengan imunoglobulin (Ig) yang hanya dibuat di sel-sel B. Dan berdasarkan daerah tersebut, antibodi dapat dikategorikan menjadi lima kelas, yaitu IgM, IgG, IgA, IgD dan IgE.

IgM merupakan antibodi yang pertama dihasilkan pada pemaparan awal oleh suatu antigen. IgG merupakan jenis antibodi yang paling umum, dihasilkan pada pemaparan antigen berikutnya. IgA bisa keluar dari aliran darah dan muncul dicariran tubuh yang lain. IgE merupakan antibodi yang menyebabkan reaksi alergi akut (reaksi alergi segera). Sedangkan IgD merupakan antibodi yang terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam darah. Dan fungsinya belum sepenuhnya dimengerti.

Baca Lainnya: