anatomi-dan-komponen-sistem-imunitas

Anatomi dan Komponen Sistem Imunitas

Anatomi dan Komponen Sistem Imunitas

1. Anatomi

ventross.com – Sistem imunitas akan menyusun pertahanan untuk tubuh pada saat organisme penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh. Salah satu dari bagian sistem imunitas akan menggunakan pertahanan untuk melindungi tubuh dari substansi asing. Pertahanan tubuh tersebut diantarnya ialaj kulit dan membran mukus yang melapisi semua rongga tubuh, serta senyawa kimia pelindung, yaitu enzim dalam saliva dan air mata yang bisa menghancurkan bakteri.

anatomi-dan-komponen-sistem-imunitas

Bagian lain dalam sistem imunitas adalah dengan menggunakan getah bening. Getah bening merupakan cairan yang berwarna pucat yang berisi lemak serta mengandung limfosit. Lomfosit adalah sel-sel darah putih khusus yang merespon jenis substansi asing tertentu. Adapun getah bening dalam tubuh berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem limfatik. Sistem limfatik ini berfungsi untuk mengabsorpsi cairan berlebih dan mengembalikannya ke aliran darah dam mengabsorpsi lemak di vili-vili usus halus.

Sistem limfatik terdapat 6 ( enam ) ruangan interstisial ke sistem sirkulasi, antara lain, yaitu sebagai berikut:

a. Pembuluh Getah Bening

Pembuluh getah bening sangat berhubungan erat dengan sistem peredaran pembuluh. Pembuluh getah bening yang besar mirip dengan vena. Dan sementara, kapiler-kapiler getah bening bercabang-cabang ke seluruh bagian tubuh, kecuali otak. Adapun kontraksi otot-otot rangka menyebabkan pergerakan cairan getah bening melalui katup-katup.

b. Nodus Getah Bening

Daerah tempat limfosit dan makrofage terkonsentrasi di sepanjang vena limfatik yang disebut dengan nodus getah bening. Nodus getah bening ini adalah massa jaringan yang menarik limfosit dan menyebarkannya ke daerah-daerah tubuh yang mengalami infeksiĀ profillengkap.com

c. Sumsum Tulang

Sumsum tulang adalah substansi halus yang ditemukan pada bagian tengah beberapa tulang. Sumsum tulang terdiri dari jaringan yang memproduksi limfosit. Limfosit dewasa juga terdapat pada sumsum tulang, yang berkembang menjadi limfosit B atau sel B. Dan Limfosit B inilah yang menghasilkan protein-protein yang disebut dengan antibodi yan diedarkan melalui darah dan menyerang organisme penyebab-penyebab penyakit.

d. Limpa

Limpa merupakan salah satu organ dalam sistem limfatik. Limpa ini mirip dengan nodus getah bening, tapi lebih besar dan berisi darah. Limpa sendiri berfungsi sebagai reservoir darah yang menyaring darah dan cairan getah bening yang mengalir melaluinya. Apabila limpa seseorang rusak atau diambil, orang tersebut akan lebih mudah terkena infeksi.

e. Kelenjar Timus

Beberapa imfosit dibentuk di sumsum tulang serta pindah tempat menuju kalenjar timus. Kelenjar timus ini menyekresikan hormon tomosin yang membuat sel pre-T berubah dewasa menjadi sel T atau limfosit T. Limfosit T bisa menyerang organisme-organisme penginvasi secara langsung.

f. Tonsil

Tonsil adalah massa jaringan limfoid yang membentuk cincin yang mengelilingi dinding faring atau tenggorokan. Sel-sel limfoid di tonsil bisa melindungi faring terhadap invasi oleh bakteri penyebab penyakit.

2. Komponen Sistem Imunitas

Kemampuan sistem imunitas untuk dapat menghasilkan respon terhadap penyakit bergantung pada interaksi antara komponen sistem imunitas dengan antigen yang terdapat pada pengivasi patagen. Dan berikut ini merupakan komponen-komponen yang terdapat dalam sistem imunitas.

a. Makrofag

Makrofag merupakan sel darah putih yang berukuran besar dan terus menerus mencari molekul-molekul antigen dari organisme asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti bakteri, virus dan jamur.

Ketika ada organisme asing masuk, makrofag ini akan segera mengelilinginya, mencerna, serta menghancurkannya melalui proses yang disebut dengan fagositos. Selain itu, makrofag ini berperan dalam pertahanan adaptif dengan cara menarik antigen penginvasi lalu mengirim penginvasi tersebut untuk bisa dihancurkan oleh komponen lain dalam sistem pertahanan adaptif.

b. Limfosit

Limfosit merupakan sel darah putih yang berfungsi untuk megenali serta menghancurkan antigen-antigen penginvasi. Semua limfosit ini dimulai sebagai sel tunas (stem cell) di sumsum tulang, namun tumbuh dewasa di 2 (dua) tempat yang berbeda, yaitu di sumsum tulang dan kelenjar timus. Limfosit dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

1) Limfosit B merupakan limfosit yang tumbuh dewasa di sumsum tulang. Limfosit B bisa membelah dan membentuk sel plasma dan sel memori B. Sementara itu, sel-sel memori B merupakan bagian dari sistem memori imunitas.

2) Limfosit T merupakan limfosit yang tumbuh dewasa di timus. Di dalam kelenjar timus, limfosit T “belajar” membedakan antara benda asing dengan bukan benda asing. Selanjutnya, limfosit T dewasa akan meninggalkan timus dan masuk ke dalam pembuluh getah bening.

3) Sel-sel pemusnah alami merupakan limfosit yang mempunyai ukuran lebih besar daripada limfosit T dan B. Sel ini disebut dengan “sel pemusnah” karena sel-sel tersebut bisa membunuh mikroba dan sel-sel kanker tertentu.

c. Reseptor Antigen

Reseptor antigen merupakan suatu struktur khusus yang terdapat pada permukaan limfosit yang bisa mengikat struktur tertentu yang terdapat di antigen, mirip seperti kunci dan anak kunci. Oleh karena itu, pada saat antigen memasuki tubuh, hanya limfosit yang sesuai dengan antigen tersebut yang akan aktif.

d. Sel-Sel Pengenal Antigen

Saat suatu antigen masuk ke daam sel tubuh, molekul pengangkut tertentu di dalam sel akan melekatkan diri ke antigen. Dan selanjutnya, molekul tersebut mengangkut antigen menuju permukaan sel, tempat limfosit T bisa mengenali mereka sebagai antigen. Adapun molekul-molekul pengangkut tersebut dibuat oleh gen-gen disebut dengan kompleks histokomtipabilitas utama atau major histocompatibity complex (MHC), sehingga dikenal juga sebagai molekul MHC.

e. Antibodi

Antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh sel-sel limfosit B. Antibodi ini mengikat suatu antigen. Kecocokan ikatan tersebut mirip seperti kunci dan anak kuncinya yang membentuk komplek antibodi antigen.

Pada umumnya, antibodi iaalah protein yang berbentuk “Y” yang disebut dengan imunoglobulin (Ig) yang hanya dibuat di sel-sel B. Dan berdasarkan daerah tersebut, antibodi dapat dikategorikan menjadi lima kelas, yaitu IgM, IgG, IgA, IgD dan IgE.

IgM merupakan antibodi yang pertama dihasilkan pada pemaparan awal oleh suatu antigen. IgG merupakan jenis antibodi yang paling umum, dihasilkan pada pemaparan antigen berikutnya. IgA bisa keluar dari aliran darah dan muncul dicariran tubuh yang lain. IgE merupakan antibodi yang menyebabkan reaksi alergi akut (reaksi alergi segera). Sedangkan IgD merupakan antibodi yang terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam darah. Dan fungsinya belum sepenuhnya dimengerti.

Baca Lainnya: